🌳

"Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.".. (Tuhanku, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya)"

Momotoran ke Waduk Jatiluhur (Purwakarta)

Karena merasa suntuk, suatu hari saya kembali merencanakan petualangan ke tempat yang belum pernah di singgahi. 

Setelah browsing ke tempat mana saja yang dirasa tidak terlalu jauh, lalu di pilihlah Kabupaten Purwakarta sebagai tempat tujuan. 

Purwakarta sendiri mengingatkan teman lama saya 4 tahun lalu bernama Resty dimana dia memiliki kampung di purwakarta.

Hari H pun tiba, saya pun mempersiapkan segala kebutuhan di jalan. Tujuan awal saya ke purwakarta sebenarnya mendaki gunung lembu, namun karena ada masalah di jalan niat itu pun tak kesampaian. 

Pagi itu pukul 06.30 wib saya sudah siap untuk berangkat menggunakan motor penuh kenangan. Rute yang saya lalui menurut peta google adalah adalah melalui jalan pasar jonggol, jonggol-cariu, cariu-loji, jl kosambi, jl curug, waduk purwakarta.  
Gambar1. Rute Cileungsi-Waduk Jatiluhur

Baca Juga : Momotoran Ke Gunung Tangkuban Perahu Subang

Sampai pasar jonggol saya sudah apal karena sering, namun untuk jalan cariu loji saya baru pertama kali. Setelah melewati pasar jonggol saya pun sampai di pertigaan bila ke kanan ke bandung dan kiri loji karawang. Saya pun pilih belok kiri menuju loji karawang. 

Jalan loji karawang ini sendiri sama saat kita hendak ke curug cigeuntis. Di jalan cariu loji saya membeli perbekalan roti,kripik dan minuman elektrolit mizone. 

Saat itu yang melayani wanita abg yang memiliki paras cantik. Selesai saya sempat minum dahulu dan kembali melanjutkan perjalanan. 

Di jalan cariu loji yang sempit ini saya sempat melambat karena di depan ada truk yang berjalan lambat. Saya pun menunggu momen di jalan yang agak besar untuk menyalipnya. 

Oh iya suasana di loji karawang sendiri cukup seujuk dengan latar pemandangan pedesaan dan bukit kecil, kita pun bisa melihat gunung sangga buana dan gunung sempur.
Gambar2. Jalan Raya Cariu-Loji

Setelah beberapa menit kemudian saya mendapati pertigaan jalan. Kiri ke arah jl.pangkalan (KIIC), ke kanan arah ke jl palasari(waduk) saya pilih kanan. 

Di pertigaan ini saya sempat bertanya kepada petugas lalulintas dan ternyata salah karena mungkin menutu dia saya hendak ke kota purwakarta sedang saya ingin ke waduk jatiluhur saya pun akhirnya kembali balik arah setelah sebelumnya bertanya ke penduduk sekitar. 

Setelah berbalik arah menuju jalan palasari di daerah jalan pangkalan saya mengisi bensin di pom mini pinggir jalan, saya pun sempat bertanya kepada si penjual dan dengan ramah dia membenarkan kalo ke arah waduk lurus terus.
Gambar3. Lokasi PomMini
Beberapa menit kemudian saya kembali menemui pertigaan di jalan pasar Loji, kekiri ke arah jl kirewok kanan jalan pasar Loji saya pilih kiri dan dengan tujuan jalan palasari dan jalan jalan naringgul. 

Setelah di jalan naringgul muncul pertigaan saya pilih kanan ke ara jalan kosambi dan palasari di jalan ini jalan mulai rusak parah.
Gambar4. Jalan Palasari yang Rusak

Baca Juga : Momotoran Ke Pantai Santolo Garut

Saya pun terus melewati jalan pedesaan yang rusak dimana saat itu juga sudah ada warga yang melewati jalan ini. Saat itu saya agak sedikit was was karena jalannya sepi dan saya sangat begitu asing karena baru pertama kali. 

Jalan rusak ini mengingatkan saya seperti jalan di kampung saya 10 tahun lalu di pedalaman garut(bungbulang) dengan batuan kali sebagai bahannya dimana sekarang jalan bungbulang sudah bagus di hotmix. 

Setelah melewati jalan rusak dan becek karena semalam hjan akhirnya saya melewati jalan raya yang bagus dengan pemandangan bukit2 kecil purwakarta.
Gambar5. Jalan Menuju Waduk
Ahirnya saya pun sampai di ujung desa yang mengarah ke waduk pukul 09.30 wib. Saya pun untuk pertama kalinya melihat pemandangan waduk terbesar di indonesia ini. 

Di sebuah pos pinggir jalan ada seorang ibu yang sedang berjualan makanan seperti nasi uduk dan gorengan. Saya sempat sedikit mengobrol dengan ibu2 tersebut dan menurutnya bila mau ke bandung lurus terus melewati jalan pinggiran bendungaan yang ada di bawah kiri. 
Gambar6. Jalan kiri ada di bawah

Baca Juga : Momotoran Bogor-Garut Via Cileungsi Jonggol

Saya sendiri sebelum menuju jalan bawah kiri menuju jalan ke atas kanan dimana di sana saya melihat pemandangan waduk jatiluhur. 

Saya menyempatkan foto disana dengan background bukit ujung desa dan waduk jatiluhur. Suasana di sana adalah ketenangan hati di temani sejuknya pedesaan, angin sepoy2 dan suara kerbau yang saat itu banyak di pinggir waduk. 

Di atas bendungan ini juga ada banyak batu yang saling timpang tindih untuk menguatkan bendungan yang juga bisa di pijak untuk menuju ke bawah. 

Sekitar 30 menit saya disana, setelah puas saya pun melanjutkan perjalanan dimana perjalan berikutnya akan di ceritakan di episode berikutnya.

Berikut Foto2 Saya Saat ada di ujung Desa Waduk Jatiluhur :
 
 1. Ujung Desa Jatiluhur

2. Bukit Pedesaan Jatiluhur

3. Batu tumpang tindih sebagai pembatas waduk

 4. Pemandangan Waduk Jatiluhur dan Kerbau dari Kejauhan

 Sebagai Penutup Saya Bagikan Video Saat di waduk Jatiluhur


Berita Terkait : 
Momotoran Ke Gunung Tangkuban Perahu Subang
Momotoran Ke Pantai Santolo Garut
Momotoran Bogor-Garut Via Cileungsi Jonggol
Momotoran Ke Curug Arca sukamakmur Jonggol

Momotoran ke Waduk Jatiluhur (Purwakarta) Momotoran ke Waduk Jatiluhur (Purwakarta) Reviewed by Irfan Arrasyid on 10/06/2017 Rating: 5

4 komentar:

  1. Perjalanan yg menginspirasi membuat saya ingin ke waduk jatiluhur purwakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi adem gans.. mau lewat mananih ke jatiluhur purwakarta? Jonggol or cikarang?

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.